PEDOMAN TATA TERTIB PELAKSANAAN OPERASI ANGGOTA POLISI PAMONG PRAJA

A. Pengertian

Operasi adalah pelaksanaan kegiatan dalam upaya tindakan terhadap penyimpangan yang dibuat oleh masyarakat atau orang yang diduga melakukan pelanggaran Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota.

 B. Fungsi

  1. Pelaksanaan kebijakan penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah.
  2. Pelaksanaaan koordinasi pemeliharaan dan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban penegakan Perda, Keputusan Walikota dengan aparat kepolisian, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dan aparatur lainnya.
  3. Pengawasan terhadap masyarakat agar mematuhi dan menaati perda.

 C. Kewenangan

  1. Menertibkan dan menindak warga masyarakat yang menggangu ketentraman dan ketentraman umum.
  2. Melakukan pemeriksaan terhadap warga masyarakat yang melakukan pelanggaran atas Perda.
  3. Melakukan Penyitaan barang bukti terhadap pelanggar Perda sebagai bahan tindak lanjut pemeriksaan.

 D. Kewajiban

  1. Melaksanakan apel masuk dan apel pulang, sesuai jadwal yang telah ditetapkan, dan kegiatan briefing pada waktu melaksanakan tugas.
  2. Menjunjung tinggi norma hukum, norma agama dan hak asasi manusia dan norma – norma lainnya yang hidup dan berkembang di masyarakat.
  3. Melaksanakan pemeriksaan terhadap pada pelanggaran Perda oleh petugas PPNS.
  4. Melaksanakan pemeriksaan terhadap para pelanggar Perda kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja melalui Kepala Bidang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.
  5. Memprose pelaku pelanggaran perda sesuai dengan tahapan proses pemeriksaan.

 

PERWIRA OPERASI

Perwira operasi adalah seorang pejabat yang ditunjuk sesuai dengan Surat Perintah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, bertugas :

  1. Merancanakan kegiatan yang akan dilaksanakan.
  2. Memberikan arahan dan stategi pelaksanaan operasi kepada para Danton.
  3. Memonitoring kegiatan operasi.
  4. Evaluasi analisa hasil kerja operasi.
  5. Melapor hasil kegiatan operasi kepada Satuan Polisi Pamong Praja melalui Kepala Bidang Penertiban.

 

KOMANDO PLETON (DANTON)

Komandan Pleton adalah anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang ditunjuk atas perintah, Perintah Kepala Polisi Pamong Praja yang bertanggung jawab atas personil setingkat regu dibawahnya, bertugas untuk:

  1. Memberikan arahan kepada Danru dan seluruh anggotanya terkait dengan kegiatan operasi yang akan dilaksanakan.
  2. Memonitoring dan ikut operasi – operasi.
  3. Evaluasi dan analisa operasi yang dilaksanakan.
  4. Melaksanakan langkah – langkah koordinasi.
  5. Melaporkan hasil kegiatan kepada Perwira Operasi.

 

 

KOMANDAN REGU (DANRU)

Komandan Regu  adalah anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang ditunjuk atas perintah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja yang bertanggung jawab atas personil anggotanya, bertugas untuk :

  1. Memberikan arahan kepada anggota untuk melaksanakan tugas sesuai dengan target operasi.
  2. Membagi personil/anggota untuk pemenuhan target operasi yang akan dilaksanakan.
  3. Evaluasi dan analisa hasil operasi.
  4. Melaporkan kejadian – kejadian atas pelaksanaan operasi kepada Danton.

 

 

ANGGOTA

Anggota adalah seluruh peserta operasi yang ditunjuk atas perintah Kepala Polisi Pamong Praja yang bertanggung jawab untuk melaksanakan :

  1. Menerima arahan dan petunjuk dari Danton dan Danru.
  2. Melaksanakan perintah tugas yang dilaksanakan.
  3. Mentaati segala perintah Danton/Danru untuk melaksanakan operasi.
  4. Melaporkan atas kejadian – kejadian yang ditemukan kepada Danton melalui Danru.